Tjahjo Kumolo Cerita soal Kesetiaan Istri di Kantor Yasonna Laoly

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tjahjo Kumolo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Tjahjo Kumolo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaTjahjo Kumolo resmi melepas jabatannya sebagai Pelaksana tugas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Rabu, 23 Oktober 2019. Secara simbolik, Tjahjo menyerahkan jabatannya ke Menkumham yang baru dilantik, Yasonna Laoly.

    "Selamat bertugas kepada Prof Laoly yang mengemban amanah dari Pak Presiden dan Wapres untuk memimpin Kumham selama 5 tahun mendatang," kata Tjahjo dalam pidato perpisahannya, di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Dalam pidatonya, Tjahjo juga bergurau mengenai istrinya, Erni Guntarti. Erni mendampingi mantan Menteri Dalam Negeri ini seharian. Tjahjo mesti mondar-mandir ke Kemendagri, lalu ke Kemenkumham untuk melepaskan jabatannya. Kegiatan Tjahjo akan diakhiri ketika menerima jabatan barunya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

    Tjahjo bilang istrinya adalah pemecah rekor Museum Rekor Indonesia soal kesetiaan. "Tak terkalahkan," kata Tjahjo.

    Ia mengatakan sudah berpacaran dengan istrinya sejak 1 SMP. Mereka bisa kenal karena duduk satu bangku. Saban hari, Tjahjo mengantar-jemput Erni menggunakan sepeda.

    Thahjo menceritakan ia dan istrinya juga masuk ke SMA yang sama. Setelah lulus, mereka mengambil jurusan kuliah yang berbeda. Erni masuk Fakultas Kedokteran. Tjahjo masuk Fakultas Hukum.

    Hingga akhirnya Tjahjo mulai meniti karier politiknya sebagai anggota DPR pada 1986. Sementara Erni, bekerja di Departemen Kesehatan. Tjahjo mengatakan karier Erni di departemen itu mandek gara-gara dirinya. "Suami oposisi ya sampe pensiun tidak pernah ganti jabatan," kata Tjahjo ditimpali tawa para pegawai Kemenkumham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.