Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Merasa Berat Hati Tinggalkan Gojek

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadiem Makarim tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Nadiem Makarim tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Founder Gojek Nadiem Makarim bercerita tak mudah baginya meninggalkan perusahaan teknologi yang didirikannya untuk menjadi menteri di Kabinet Jokowi Jilid II. Nadiem kini telah dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI.

    "Saya berat hati meninggalkan Gojek, udah kayak anak, keluarga. Saya meninggalkan itu untuk ini, karena masa depannya Indonesia menurut saya ada di anak-anak muda kita," ujar Nadiem di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 23 Oktober 2019.

    Menurut Nadiem, dalam 20-30 tahun terakhir ini, belum ada perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan Indonesia. Padahal, pendidikan adalah satu-satunya solusi jangka panjang untuk semua negara bisa menjadi lebih baik.

    "Pak Muhadjir dan Pak Nasir tentu telah melakukan berbagai macam terobosan yang akan saya lanjutkan dan akan terus saya tingkatkan," ujar lulusan Harvard ini.

    Ke depan, Nadiem akan berupaya menciptakan pendidikan berbasis kompetensi dan berbasis karakter. Meskipun bukan berasal dari sektor pendidikan, Nadiem merasa dirinya mengerti ihwal masa depan Indonesia sehingga layak menjadi Mendikbud. "Bisnis saya di bidang masa depan," ujar Nadiem.

    Nadiem juga akan berupaya melakukan link and match antara apa yang akan dilakukan di dalam dan luar institusi pendidikan.

    "Dengan 300 ribu sekolah, 50 juta murid, mau enggak mau peran teknologi akan sangat besar dalam sistem pendidikan sebesar ini ya. Kita harus mendobrak dan melakukan inovasi," ujar Nadiem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.