Wali Kota Semarang Tegaskan Eksistensi Santri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada upacara peringatan Hari Santri tingkat kota Semarang di halaman Balaikota, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada upacara peringatan Hari Santri tingkat kota Semarang di halaman Balaikota, Selasa, 22 Oktober 2019.

    INFO NASIONAL — Kesetaraan bagi seluruh santri digaungkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, pada upacara peringatan Hari Santri tingkat Kota Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Bagi Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, pemerintah telah memberikan pengakuan terhadap eksistensi para santri. Tak hanya menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional setiap tahunnya, pemerintah melalui Undang-Undang Pesantren juga memberikan kesetaraan bagi santri lulusan pondok pesantren dengan siswa-siswi lembaga pendidikan formal. 

    “Terkait kesetaraan lulusan pondok pesantren yang selama ini sering menjadi perdebatan, Alhamdulillah dengan adanya undang-undang, pondok pesantren ini mendapat pengakuan resmi disetarakan dengan lembaga pendidikan formal lainnya,” ujar Hendi.

    Oleh karena itu, para santri tidak boleh di anak tirikan dan harus diberi kesempatan yang sama dengan lulusan lembaga pendidikan formal lain. Para santri justru memiliki kelebihan, yakni di sisi akhlak, keimanan, dan ilmu agama.

    Hendi juga meminta partisipasi aktif para pemuda serta para santri khususnya, untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 mendatang.

    “Anak muda harus mengisi dirinya dengan berbagai hal positif, bekali diri dengan berbagai ilmu ketrampilan sebagai investasi masa depan,” ucap Hendi. 

    Pemerintah Kota Semarang juga terus melakukan berbagai upaya dan kebijakan untuk mendorong para siswa dan santri berkarya serta berprestasi, di antaranya dengan memberikan berbagai pelatihan, pendampingan serta pemberian beasiswa dan bonus penghargaan bagi siswa maupun santri berprestasi. 

    Membacakan sambutan Menteri Agama RI, Hari Santri Nasional ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 setiap tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

    Peringatan Hari Santri 2019 kali ini mengusung tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia" di mana harapannya, pondok pesantren dapat menjadi laboratorium perdamaian, menyemai ajaran Islam rahmatan lil alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.