Jokowi Lantik Para Menteri Kabinet Kerja Jilid II Pukul 10.30

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politkus Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita, tiba di Kompleks Istana Kepresidenan jelang pengumuman resmi menteri Kabinet Jokowi Jilid II, Jakarta, 23 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Politkus Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita, tiba di Kompleks Istana Kepresidenan jelang pengumuman resmi menteri Kabinet Jokowi Jilid II, Jakarta, 23 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal melantik para menteri dan pejabat setingkat menteri periode 2019-2024, hari ini, Rabu, 23 Oktober 2019. Berdasarkan undangan yang tersebar, pelantikan akan berlangsung pukul 10.30 WIB di Istana Negara, Jakarta.

    Para pejabat yang dilantik juga diminta untuk tiba di Istana pukul 07.00 WIB dengan mengenakan batik. Berdasarkan pantauan Tempo di Istana, para pejabat sudah tiba lebih dulu.

    Rencananya sebelum pelantikan Presiden Jokowi akan memperkenalkan satu persatu para calon menterinya.

    Mereka yang sudah datang antara lain Prabowo Subianto, Edhy Prabowo, Mahfud MD, Muhadjir Effendy, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Tjahjo Kumolo, Sofyan Djalil, Erick Thohir, Wishnutama, Bahlil Lahadalia, Sri Mulyani, Bambang Brodjonegoro, Budi Karya Sumadi, Yasonna Laoly, Ida Fauziyah, Agus Suparmanto, Abdul Halim Iskandar, dan Fachrul Razi.

    Para calon menteri yang dipilih Jokowi itu mengenakan pakaian batik. "Iya memang disuruh pakai batik," kata Siti Nurbaya saat menyapa wartawan.

    Presiden sudah memanggil 35 orang untuk mengisi 34 kursi menteri.

    Rencana pengumuman akan dilakukan pada pukul 08.30 di beranda Istana Merdeka sedangkan pelantikan menteri dan pejabat setingkat menteri akan dilangsungkan di Istana Negara pada pukul 10.30 WIB.

    ANTARA | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.