Paripurna DPR Dikritik Ngaret, Puan Maharani Beralasan Begini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani (tengah), Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), Rachmat Gobel (kiri), dan Muhaimin Iskandar (kanan) saat memimpin Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Puan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjadi ketua DPR.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR Puan Maharani (tengah), Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), Rachmat Gobel (kiri), dan Muhaimin Iskandar (kanan) saat memimpin Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Puan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjadi ketua DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Golkar Darul Siska mengkritik terlambatnya rapat paripurna DPR pada Selasa, 22 Oktober 2019, dari waktu yang sudah dijadwalkan. Rapat paripurna sedianya dimulai pada pukul 14.00 WIB, tetapi baru dimulai sekitar pukul 15.45 WIB.

    Darul merujuk pernyataan Ketua DPR Puan Maharani soal peningkatan kinerja parlemen. Dia mengatakan peningkatan kinerja itu bisa dimulai dengan disiplin waktu.

    "Saya berharap agar dalam setiap rapat DPR, baik rapat paripurna, rapat komisi, rapat badan, rapat pansus, dan lain-lain bisa dimulai tepat waktu," kata Darul di ruang rapat paripurna Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. Ucapan Darul ini disambut tepuk tangan anggota.

    Darul berpendapat peningkatan kerja ini penting mengingat DPR periode lalu menuai banyak kritik dari masyarakat. Dia berujar, DPR sebagai wakil rakyat dan miniatur Indonesia semestinya bisa menjadi teladan dan motor disiplin nasional.

    Legislator asal Sumatera Barat I ini memahami pimpinan DPR dan pimpinan fraksi tak bisa menetapkan disiplin waktu sendiri. "Pendekatan pimpinan dan semua pimpinan parpol, partai-partai yang ada di DPR RI, insya Allah hal ini bisa diwujudkan," kata dia.

    Ketua DPR Puan Maharani menanggapi kritik dan usulan tersebut. Dia menjelaskan, terlambatnya rapat paripurna hari ini lantaran pimpinan DPR menerima kedatangan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian.

    Tito menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Kapolri dan anggota Polri lantaran ditunjuk mengisi posisi lain di kabinet Presiden Joko Widodo. Selain itu, kata Puan, pimpinan DPR juga menggelar rapat konsultasi membahas surat dari Presiden terkait pemberhentian Tito.

    "Rapat paripurna pada kesempatan ini tadi agak mundur jadwalnya, karena pimpinan DPR tadi harus menerima tamu, Kapolri. Kemudian pimpinan DPR tadi juga melakukan rapat konsultasi pengganti bamus," ujarnya.

    Puan mengucapkan terima kasih atas masukan Darul itu. "Tentu saja apa yang menjadi cita-cita bapak itu insya Allah akan kita lakukan bersama untuk bisa memperbaiki kinerja di DPR."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.