Dokter Terawan ke Istana Menjelang Pengumuman Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Terawan tiba di Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 22 Oktober 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Dokter Terawan tiba di Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 22 Oktober 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Gatot Soebroto, Mayor Jenderal dokter Terawan Agus Putranto, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan jelang pengumuman menteri Kabinet Jokowi Jilid II.

    Ia datang pukul 17.33 WIB dengan memakai kemeja putih lengan panjang. Hal ini di luar kebiasaannya yang kerap memakai seragam dinas TNI.

    Tidak banyak yang ia ucapkan terkait kedatangannya ke Istana. Saat ditanya tentang kemungkinan menjadi Menteri Kesehatan, Terawan menjawab diplomatis. "Saya ke dalam dulu, ya," katanya, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Dokter Terawan sempat menghebohkan masyarakat Indonesia dengan metode cuci otak dengan Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dia lakukan dalam pengobatan stroke. "Mengenai DSA, karena ini merupakan teknis medis menjadi tanggung jawab saya untuk saya jelaskan. DSA sudah saya disertasikan di Universitas Hasanuddin bersama enam orang yang lain," kata Terawan pada 4 April 2018

    Menurut Terawan, enam orang tersebut menjadi pohon penelitian riset yang baik sehingga menghasilkan 12 jurnal internasional dan menghasilkan 6 orang doktor.

    Terawan mengatakan jika ada yang menilai soal metode atau jurnal itu, ia menganggapnya sebagai sebuah persepsi. Sebab, menurut Terawan, metode DSA sudah diuji secara ilmiah melalui pengujian disertasi tersebut. Disertasi Terawan mengenai metode DSA dipaparkan di Universitas Hasanuddin, Makassar pada Agustus 2016.

    Namun Terawan juga tidak menampik adanya resiko dalam metode penyembuhan tersebut. "Karena semua itu ada resikonya itu dikerjakan dengan cermat dengan detil dengan persiapan yang baik dan jangan lupa harus didukung doa," kata Terawan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.