Tetty Paruntu Batal Ketemu Jokowi, Fadjroel: Prinsip Hati-hati

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman, menunjukkan kartu pengenalnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman, menunjukkan kartu pengenalnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman membenarkan jika Istana sempat mengundang Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu untuk datang sebagai salah satu calon menteri pada Senin, 21 Oktober 2019. 

    "Diakui memang diundang, disampaikan melalui WA (WhatsApp) tapi kemudian ada sejumlah pertimbangan terkait dengan prinsip kehati-hatian," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Menurut dia, Tetty batal menjadi menteri karena pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menjerat politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. "Terutama soal pemanggilan beliau," ujarnya. Pemanggilan yang dimaskud adalah pemeriksaan Tetty di KPK sebagai saksi terdakwa Bowo Sidik Pangraso.

    Ia menuturkan ada miskomunikasi terkait pemanggilan dan penelusuran rekam jejak politikus Partai Golkar itu. "Memang tampaknya ada komunikasi yang sudah dilakukan sebelumnya tapi itu tidak hanya terkait dengan Pak Pratikno tapi juga dari pihak partai," ucapnya.

    Meski sempat datang ke Istana, Tetty tidak bertemu Jokowi. Di dalam Kompleks Istana Kepresidenan, ia justru bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Setelah itu ia pergi lewat pintu samping.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.