Wawancara Calon Menteri, Jokowi Setel Queen dan Metallica

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Hadi Meoljono tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Basuki Hadi Meoljono tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat demisioner Basoeki Hadimuljono punya pengalaman menarik saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara hari ini.

    Basoeki datang untuk memenuhi panggilan Jokowi terkait susunan Kabinet Kerja Jilid II.

    Basoeki mengungkapkan pembicaraannya dengan Jokowi berlangsung cukup lama. Alasannya ia sambil diajak makan siang oleh presiden.

    Pembicaraan antara Jokowi dan Basoeki makin lengkap lantaran diiringi musik jenis hard rock dan heavy metal. Seperti diketahui, keduanya memang memiliki kegemaran yang sama atas musik ini.

    "Bonus makan siang sambil dengerin Queen dan Metallica," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Basoeki selama ini dikenal dekat dengan Jokowi. Basoeki orang yang kerap diajak Jokowi keliling Indonesia untuk membangun infrastruktur.

    Kegemaran Basoeki akan musik juga ia tuangkan dengan bergabung bersama beberapa menteri kabinet Jokowi jilid I. Mereka membikin kelompok bernama Elek Yo Band. Basoeki menjadi penggebuk drum di grup itu.

    Basoeki mengisahkan, karena diajak makan siang Jokowi, ia tak perlu lagi ke restoran Padang favoritnya.

    Ia mengungkapkan sering makan siang di luar jika selesai rapat terbatas di Istana. "Biasanya dari sini ke sana, Sari Bundo. Jadi sekarang gak," kata dia.

    Terkait posisinya di kabinet ke depan, Basoeki Hadimuljono enggan membocorkannya. Namun ia menjelaskan jika Jokowi memintanya melanjutkan pembangunan infrastruktur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.