Tiba di Istana, Syahrul Yasin Limpo Mengaku Seizin Surya Paloh

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrul Yasin Limpo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Syahrul Yasin Limpo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengaku sudah meminta izin Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta.

    "Saya juga sudah izin Ketua Umum Surya Paloh dan diminta pakai baju putih," kata Syahrul saat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 09.32, Selasa.

    Syahrul menjadi orang kedua yang dipanggil Presiden Jokowi pada hari ini. Sebelumnya sudah hadir juga Menteri Keuangan 2016-2019 Sri Mulyani Indrawati yang juga mengenakan kemeja putih.

    "Saya dihubungi sekitar pukul 22.00 WIB kemarin untuk hadir dan bertemu Bapak Presiden hari ini," tambah Syahrul.

    Syahrul yang sekarang menjadi kader Partai NasDem tersebut mengaku siap diminta menjadi menteri bila diminta.

    "NasDem total dari 2014, kan NasDem partai yang selalu bersama Jokowi," ungkap Syahrul.

    Pada Senin (21/10), Presiden Jokowi sudah memanggil 11 orang ke Istana Kepresidenan. Mereka adalah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, CEO dan pendiri Gojek Nadiem Makarim, Komisaris Utama NET Mediatama Televisi Wishnutama, pendiri Mahaka Group Erick Thohir, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

    Selanjutnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, Komisaris PT Adhi Karya Fajrul Rachman, dan staf khusus Mensesneg Nico Harjanto.

    Sedangkan pada hari ini baru mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendatangi Istana Kepresidenan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.