Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, PKS: Biar Rakyat yang Menilai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tokoh menghadiri acara yang bertajuk Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya, Rachmawati Soekarnoputri, Titiek Soeharto, Rizal Ramli, hingga Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri. TEMPO/Amston Probel

    Sejumlah tokoh menghadiri acara yang bertajuk Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya, Rachmawati Soekarnoputri, Titiek Soeharto, Rizal Ramli, hingga Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, JakartaWakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid menyatakan tak bisa ikut campur dengan keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merapat ke koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (kabinet Jokowi). Dia mengatakan keputusan itu sepenuhnya hak Prabowo dan Gerindra.

    "Itu adalah domain Presiden untuk mengundang, dan hak Gerindra untuk menerima atau tak menerima," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

    Hidayat mengatakan masyarakat yang akan menilai keputusan Prabowo itu. Penilaian publik akan terlihat pada kontestasi pemilihan umum selanjutnya.

    "Semua silakan lakukan hak masing-masing, rakyat akan menilai, dan rakyat akan memberikan keputusannya pada pemilu yang akan datang," ujar Hidayat.

    Sebagai salah satu partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019, Hidayat mengaku PKS tak merasa ditinggalkan. Bagaimanapun, ujarnya, Prabowo memang sudah membubarkan koalisi pengusungnya yang bernama Indonesia Adil Makmur itu pascapilpres.

    Hidayat pun meyakini Prabowo sudah menimbang keputusannya dengan matang. Dia juga mendoakan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu sukses menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

    "Bila Pak Prabowo mengambil hak itu,ya itu adalah hak beliau, kami tak memiliki posisi untuk mengemukakan apapun, silakan kalau hak itu diambil, tentu sudah mempertimbangkan tanggung jawab dan konsekuensi yang diambil," ujarnya.

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diundang ke Istana Kepresidenan oleh Presiden Jokowi sore tadi. Seusai pertemuan, Prabowo memastikan partainya bergabung ke koalisi pemerintah. Dia juga mengatakan bahwa diminta Jokowi membantu di kabinet bidang pertahanan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.