Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, NasDem: Hak Prerogatif Presiden

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berswafoto bersama awak media usai bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Oktober 2019. Foto: Joko Widodo

    Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berswafoto bersama awak media usai bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Oktober 2019. Foto: Joko Widodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (NasDem) Johnny G Plate mengatakan partai menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait masuknya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke koalisi pendukung pemerintah.

    Ia mengatakan NasDem menghormati hak prerogatif presiden. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan presiden ya, NasDem dari awal itu betul-betul menghormati hak prerogatif presiden,” ujar Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019.

    Pelebaran koalisi, kata Plate, adalah sepenuhnya kewenangan Jokowi. Plate meyakini pertimbangan pembentukan kabinet sangat banyak, terutama terkait visi misi presiden dan programnya.

    Plate mengatakan NasDem menghormati presiden bukan hanya dalam tataran normatif tetapi juga dalam komitmen politik. Karena tugasnya sebagai partai pengusung, kata dia, adalah untuk memenangkan pasangan calon serta mengawal kebijakan pemerintahannya.

    “Tentu hasil akhirnya adalah kabinet yang baik. Karena keberhasilan kabinet itu keberhasilan bersama,” kata dia.

    Di sela-sela pertemuan Jokowi dengan kandidat kabinet menteri jilid II di Istana hari ini, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua Gerindra Edhy Prabowo menemui Presiden Jokowi .

    Mereka tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.15 WIB. Seperti kandidat menteri, Prabowo dan Edhy, memakai kemeja putih lengan panjang. Seusai pertemuan ini, Prabowo mengatakan mendapat tugas dari Jokowi untuk membantu di bidang pertahanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.