Erick Thohir Pernah Bilang Tak Tertarik Jadi Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama Mahaka Group Erick Thohir dipanggil Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Istana Negara hari ini. Erick mengatakan bakal melepas posisinya di sejumlah perusahaan jika Presiden Jokowi memilih dia sebagai menteri.

    "Sudah pasti dengan jabatan seperti ini tidak boleh ada conflict of interest," kata Erick setelah menemui Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019

    Erick Thohir merupakan Letua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf dalam pemilihan presiden 2019. Berkali-kali dalam berbagai kesempatan, Erick mengaku tidak akan ikut dalam kabinet jika Jokowi terpilih kembali untuk periode selanjutnya.

    "Insya Allah enggak (akan masuk pemerintahan). Saya tidak tertarik masuk dalam kabinet," ujar Erick Thohir di Senayan City, Jakarta pada Jumat, 29 Maret 2019.

    Erick mengatakan, setelah pilpres, dirinya akan kembali menjadi pengusaha. "Saya ingin kembali berusaha setelah April, apalagi keluarga saya selama tiga tahun ini, sabtu-minggu saja saya tinggal. Setelah April, kalau Pak Jokowi terpilih kembali, saya juga punya kesempatan balik ke keluarga," ujar dia.

    Namun Erick Thohir sempat mengatakan bahwa sebaiknya yang dijadikan menteri oleh Jokowi adalah orang yang sudah berkeringat saat Pilpres 2019 lalu. "Saya selalu bilang, siapa pun terpilih, saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin dan yang penting punya track record baik," ujar dia setelah bertemu Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, 17 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.