Jika Jadi Menteri Jokowi, Erick Thohir Janji Mundur dari Bisnis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama Mahaka Group, Erick Thohir, mengatakan bakal melepas posisinya di sejumlah perusahaan jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih dia sebagai menteri.

    "Sudah pasti dengan jabatan seperti ini tidak boleh ada conflict of interest," kata Erick setelah menemui Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

    Menurut Erick, pengunduran diri tersebut cukup berat baginya. Alasannya, ia baru berkecimpung kembali di dunia bisnis setelah sebelumnya fokus mengurus penyelenggaraan Asian Games 2018 dan menjadi ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.

    "Saya rasa sudah hampir tiga tahun lebih. Sekarang baru 2-3 bulan kembali normal, ya mungkin itu rahasia Allah," ujarnya.

    Hal sama diungkapkan oleh Komisaris Utama NET Mediatama Televisi, Wishnutama. Ia menyatakan akan mundur dari jabatannya di sejumlah perusahaan yang ia pimpin jika resmi jadi menteri. "Ya, pasti mengundurkan diri. Di perusahaan lain juga, Kumparan, dan lain-lain," ujarnya.

    Presiden Jokowi mengundang sejumlah orang ke Istana pada Senin, 21 Oktober 2019. Selain Erick dan Wishnutama, ia juga memanggil Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu dan CEO Gojek Nadiem Makarim. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.