Kabar Prabowo Jadi Menteri, Gerindra: Jangan Dahului Pak Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (Di belakang Jokowi-Prabowo pakai baju kemeja merah) hadir di acara pembukaan kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach pada Kamis, 8 Agustus 2019. Dok. Istimewa

    Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (Di belakang Jokowi-Prabowo pakai baju kemeja merah) hadir di acara pembukaan kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach pada Kamis, 8 Agustus 2019. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengaku belum tahu apakah Presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal memanggil Ketua Umum Partai, Prabowo Subianto, ke Istana hari ini.

    Riza mengatakan dia tak ingin mendahului keputusan Jokowi. "Saya tidak tahu sampai hari ini. Saya tidak ingin mendahului. Semuanya kami serahkan kepada Pak Jokowi," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

    Sejak pagi, Jokowi memanggil sejumlah orang yang disebut-sebut akan mengisi kabinetnya di jilid II. Beberapa yang sudah datang ke Istana di antaranya Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Tetty Paruntu, Airlangga Hartarto, Tito Karnavian, dan Erick Thohir.

    Riza tak mau berkomentar lebih lanjut soal kemungkinan Prabowo akan bertemu Jokowi hari ini. "Nanti kita lihat saja siapa yang dipanggil dan ada urusan apa bertemu dengan Pak Jokowi," ujarnya.

    Riza menegaskan posisi partainya yang menyerahkan semuanya kepada Jokowi. Menurut dia, Gerindra siap membantu di dalam pemerintahan jika memang diperlukan.

    Dia juga mengatakan partai tidak dalam posisi menyodor-nyodorkan atau menawar-nawar posisi di kabinet. Menurut dia, sebagai warga negara yang baik Prabowo dan Gerindra siap membantu pemerintahan jika diperlukan.

    "Pak Prabowo orang yang berjiwa besar, orang yang cerdas, bijaksana dan prajurit sejati yang selalu siap di mana pun ditugaskan," kata Riza, saat ditanya apakah Prabowo siap menjadi pembantu presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.