Gerindra Mengaku Belum Diberi Tahu Keputusan Masuk Koalisi Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI perioder 2019-2020 memiliki harta Rp 32.196.441.418. Dok.TEMPO//Dhemas Reviyanto

    Mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI perioder 2019-2020 memiliki harta Rp 32.196.441.418. Dok.TEMPO//Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku belum mendengar keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal mengajak partainya masuk koalisi pemerintahan. "Kami belum diberi tahu secara resmi," kata Dasco kepada Tempo, Senin, 21 Oktober 2019.

    Informasi masuknya Gerindra ke koalisi ini disampaikan Ketua Umum Kelompok Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer setelah bertemu Jokowi di Istana Merdeka tadi malam. "Diiyakan oleh presiden. Presiden menegaskan bahwa Gerindra masuk (koalisi)," kata Emanuel.

    Menurut Dasco, Jokowi mungkin memang bicara dengan para relawannya terlebih dulu. Mungkin berikutnya Presiden akan bicara dengan partai koalisinya. "Tahap berikutnya kalau memang Gerindra yang diajak untuk membantu pemerintahan, tahapan berikutnya Gerindra yang diberi tahu."

    Ia menolak menyampaikan portofolio kabinet apa yang diincar Gerindra dengan alasan tidak berwenang bicara soal portofolio menteri yang diprioritaskan Gerindra. Dia mengatakan urusan itu merupakan prerogatif Jokowi sebagai presiden.

    Menurut sejumlah sumber, Gerindra mengincar kursi Menteri Pertahanan untuk Prabowo Subianto dan kursi Menteri Pertanian untuk Edhy Prabowo. Namun Dasco juga tak menjawab mana di antara dua posisi itu yang lebih prioritas dan diharapkan partainya. "Sebaiknya ketua umum yang menjawab begini-begini."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.