Ma'ruf Amin Deg-degan Mau Dilantik Jadi Wakil Presiden

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih Maruf Amin (tengah) bersama Ketua Perwakilan Pendeta Papua Richard Tonjau (kanan) dan Ketua Gerakan Nasionalis Religius Bobby S. Hendrawan (kiri) memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis, 5 September 2019. Pertemuan tersebut dalam rangka membahas terkait kondisi di Papua dan Papua Barat beberapa hari terakhir. ANTARA

    Wakil Presiden terpilih Maruf Amin (tengah) bersama Ketua Perwakilan Pendeta Papua Richard Tonjau (kanan) dan Ketua Gerakan Nasionalis Religius Bobby S. Hendrawan (kiri) memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis, 5 September 2019. Pertemuan tersebut dalam rangka membahas terkait kondisi di Papua dan Papua Barat beberapa hari terakhir. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin mengaku gugup menjelang pelantikannya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

    "Ya biasa deg-degan pasti, mansusiawi lah. Kan saya belum pernah jadi Wapres," kata Maruf di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta pada Ahad, 20 Oktober 2019.

    Ma'ruf Amin meninggalkan rumahnya pukul 13.50. Dia terlihat menggunakan kemeja putih, dasi merah dan setelan jas serta celana panjang berwarna hitam dan peci. Sebelum berangkat, Ma'ruf memimpin doa bersama sejumlah keluarga dan ajudannya.

    Ma'ruf Amin didampingi istrinya, Wury Estu Handayani. Dia berangkat menggunakan mobil Mercedes Benz berplat RFS dan dikawal ketat oleh Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres).

    Rencananya, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI akan digelar pukul 14.30. Joko Widodo dan Ma'ruf Amin atau Jokowi - Ma'ruf bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 pada hari ini, 20 Oktober 2019.

    Pelantikan akan dilaksanakan di Gedung MPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB. Polri dan TNI menerjunkan 30 ribu personel gabungan untuk mengamankan pelantikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.