Wiranto Keluar RSPAD. Datang Pelantikan Presiden Jokowi?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolkam Wiranto diserang oleh pria yang menggenggam pisau dalam kunjungan Ponpes Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten,pada Kamis siang, 10 Oktober 2019. Pelaku langsung ditangkap polisi. Foto: Istimewa

    Menkopolkam Wiranto diserang oleh pria yang menggenggam pisau dalam kunjungan Ponpes Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten,pada Kamis siang, 10 Oktober 2019. Pelaku langsung ditangkap polisi. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto lagi-lagi meninggalkan Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) pada Ahad, 20 Oktober 2019 pukul 13.15 WIB.

    Belum jelas kemana Wiranto akan pergi. Namun, beredar spekulasi ia meninggalkan RSPAD untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin di Gedung DPR MPR RI.

    Ia keluar melalui pintu VVIP RSPAD dan naik ke kendaraan Toyota Alphard hitam dengan nomor polisi B 2538 RFS.

    Wiranto meninggalkan rumah sakit dengan memakai kemeja putih, ia didampingi oleh sang istri yang memakai pakaian berwarna gelap.

    Sebelumnya, Wiranto juga menyempatkan diri datang ke acara silaturahmi keluarga besar yang digelar di Kemenko Polhukam pada Sabtu, 19 Oktober 2019.

    Ketika itu dia dikawal oleh dua orang dokter. Bahkan, Wiranto mengaku "bolos" dari rumah sakit. "Terus terang ya saya membolos dari rumah sakit untuk bertemu dengan keluarga besar Kemenko Polhukam dalam rangka melaksanakan satu silaturahim pengakhiran tugas Kemenko Polhukam kabinet kerja untuk periode 2014-2019," kata Wiranto.

    Wiranto ditusuk di bagian bawah perut pada Kamis, 10 Oktober 2019 oleh Syahrial Alamsyah alias Abu Rara di Menes, Pandeglang, Banten. Setelah ditusuk, Wiranto menjalani perawatan di RSPAD Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.