Pengamat: Pelemparan Bom Molotov LBH Medan Ancaman Serius

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bom molotov. shutterstock.com

    Ilustrasi bom molotov. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai serangan bom molotov di Kantor Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Medan merupakan ancaman yang serius.

    “Melempar bom molotov menunjukkan tidak main-main," ucap Fahmi ketika dihubungi hari ini, Ahad, 20 Oktober 2019. "Tapi pilihan waktu dan titik serangannya juga memperlihatkan bahwa pelaku juga menghindari kemungkinan adanya korban jiwa.” 

    Fahmi pun mengemukakan dua hal yang bisa menjadi potensi motif pelemparan bom molotov tersebut.

    Ia menyebut  itu bisa saja berkaitan dengan aksi-aksi penolakan terhadap sejumlah undang-undang yang kian gencar digaungkan belakangan ini. “Kedua, terkait dengan kematian aktivis Walhi Golfrid Siregar."

    Kantor LBH Medan dilempar bom molotov pada Sabtu dini hari, 19 Oktober 2019. Namun hanya merusak atap kantor. Pelaku pelempar bom molotov terekam oleh kamera pengawas atau CCTV.

    Dari rekaman itu diketahui pelaku dua orang. Seusai melempar bom molotov ke Kantor LBH Medan, keduanya langsung melarikan diri ke arah Jalan Imam Bonjol, Kota Medan.

    "Identitasnya masih diselidiki. Polisi akan terus bekerja," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Komisaris Eko Hartanto seperti dikutip dari Antara pada Sabtu, 19 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.