Jadi Menteri Jokowi, Wiranto Kenang Rapat Terbatas Tiap Pekan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 11 Oktober 2019. Presiden mengatakan kondisi Wiranto semakin stabil pascaoperasi untuk penanganan luka akibat insiden penusukan di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 11 Oktober 2019. Presiden mengatakan kondisi Wiranto semakin stabil pascaoperasi untuk penanganan luka akibat insiden penusukan di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengaku telah mengawal empat presiden, dari Soeharto sampai Jokowi. Menurut Wiranto, Jokowi merupakan presiden yang serius mendengarkan rakyat.

    “Saya bersyukur Pak Jokowi dipilih kembali. Karena saya mengawal empat presiden, tidak untuk membandingkan, tapi Pak Jokowi benar-benar mendengarkan suara rakyat, mendengarkan harapan, keinginan rakyat,” ucap dia di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka, Sabtu, 19 Oktober 2019.

    Buktinya, kata Wiranto, Jokowi setiap pekan mengadakan rapat terbatas. Menurut Wiranto hal itu adalah indikator kepedulian Jokowi terhadap rakyat. Ia menilai ratas adalah respons Jokowi atas keinginan publik. Biasanya, kata dia, harapan publik itu diselesaikan dalam satu rapat keputusan kabinet. “Saya kira itu sangat baik ya,” ucap dia.

    Wiranto menyebut pemerintah yang baik adalah pemerintah yang responsif terhadap keinginan rakyat. Karena dipilih rakyat, sehingga pemerintah tak boleh mementingkan kepentingan pribadi, partai politik, dan kepentingan lainnya.

    Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI pada era Presiden Soeharto dan Jusuf Baharudin Habibie. Ia lalu diangkat menjadi Menteri Koordinator Polhukam pada era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dan kembali menjabat posisi yang sama di era Presiden Jokowi.

    Adapun di masa akhir jabatannya di periode 2014-2019 ini, Wiranto mengharapkan agar kinerja yang sudah dilakukan selama ini dapat ditingkatkan. Adapun bagi orang yang menduduki kursi menteri koordinator polhukam nanti, ia berpesan bahwa posisi tersebut bukan tempat persinggahan dan mencari jabatan serta pangkat. “Polhukam adalah tempat mencari pengalaman, pengalaman tugas untuk modal dalam penugasan yang lain.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.