Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE Gara-gara Grup Whatsapp

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedang browsing internet. Pixabay.com

    Ilustrasi wanita sedang browsing internet. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Sektor Gowa menetapkan Dosen Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin, Makassar, Ramsyiah sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik melalui media sosial. Dia pun dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU U ITE.

    Alauddin dilaporkan oleh mantan Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin, Nur Syamsiah.

    “Penetapan tersangka memang sudah kami lakukan,” kata Kapolres Gowa Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga kepada Tempo hari ini, Sabtu, 19 Oktober 2019.

    Shinto merahasiakan percakapan di grup WhatsApp internal dosen UIN Alauddin yang membuat wanita itu dijerat UU ITE. “Untuk isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tentu saja masuk dalam ranah penyidikan, dan hanya akan terbuka di pengadilan."

    Pengacara Ramsyiah dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Azis Dumpa, menilai telah terjadi kriminalisasi terhadap kliennya lantaran sikap kritisnya di kampus.

    “Kami baru minta BAP-nya,” ucap Azis.

    Menuru dia, materi yang dibahas di grup Whatsapp oleh 30 dosen tersebut bukanlah untuk kepentingan pribadi. “Ini kan percakapan diinternal, konsepnya untuk kepentingan umum,” kata Azis.

    Kasus yang menjerat Ramsyiah, dia melanjutkan, terjadi sejak 2017. Banyak dosen yang menjalani pemeriksaan. Tapi tiba-tiba Ramsyiah ditetapkan menjadi tersangka pelanggaran UU ITE pada 2019.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.