Tingkatkan Ekspor, Kemendag Berantas Perdagangan Ilegal Sarang Burung Walet

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menghadiri Indonesia-China Birds Nest Business Forum di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada Rabu, 16 Oktober 2019.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menghadiri Indonesia-China Birds Nest Business Forum di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada Rabu, 16 Oktober 2019.

    INFO NASIONAL — Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berusaha meningkatkan ekspor sarang burung walet dengan memberantas perdagangan ilegal di Indonesia. Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, saat menghadiri Indonesia-China Birds Nest Business Forum di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada hari ini, Rabu, 16 Oktober 2019.

    “Saya mengajak pelaku usaha sarang burung walet untuk menghentikan penjualan secara ilegal. Pemerintah akan menindak tegas pelaku usaha yang masih memperdagangkan komoditas ini secara ilegal,” ujar Mendag.

    Menurut Mendag, sarang burung walet merupakan salah satu produk potensial Indonesia. Perdagangan sarang burung di dunia diperkirakan mencapai 210 ton per tahun atau setara US$ 1,6 miliar. Dari jumlah tersebut, sepertiganya berasal dari Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di dunia. Pada 2018, Indonesia memproduksi sekitar 40 persen dari total produksi di dunia dan ekspor Indonesia ke dunia mencapai US$ 291 juta.

    Sementara, Tiongkok merupakan negara dengan konsumsi sarang burung walet terbesar di dunia. Pada semester pertama 2019, Tiongkok mengimpor 557 ton sarang burung walet atau sekitar US$ 115 juta dan 60 persennya didatangkan dari Indonesia.

    Namun demikian, nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok untuk komoditas sarang burung walet tidak tercatat dengan baik. Terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok dengan nilai impor Tiongkok dari Indonesia untuk produk ini. "Ekspor sarang burung walet dari Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar 5 persen. Sedangkan nilai impor sarang burung Tiongkok dari Indonesia tercatat sebesar 80 persen,” kata Mendag.

    Pemerintah Indonesia, lanjut Mendag, akan bekerja sama dengan Pemerintah Tiongkok untuk memberantas tindakan perdagangan ilegal sarang burung walet. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah akan terus meningkatkan kerja sama dalam pengawasan perdagangan sarang burung walet.

    “Diharapkan pelaku usaha sarang burung walet dapat mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan ekspor komoditas ini yang nantinya akan meningkatkan devisa negara,” ujar Mendag. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.