Wakil Ketua Umum Sebut PAN di Luar Pemerintahan Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. Pimpinan MPR mengantarkan surat undangan pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober mendatang. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. Pimpinan MPR mengantarkan surat undangan pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober mendatang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Mulfachri Harahap memastikan bahwa partainya tetap berada di luar pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi

    "Sampai hari ini, posisi PAN masih di luar pemerintahan. Apalagi kami lihat realita sekarang, koalisi pemerintah sudah sesak juga. Kami tidak mau menambah beban presiden dengan membangun wacana untuk ikut di dalamnya," ujar Mulfachri di Kompleks Parlemen, Senayan pada Jumat, 18 Oktober 2019.

    Mulfachri menilai, tak mudah bagi Jokowi menentukan siapa yang akan membantu dia di periode kedua pemerintahan. "Oleh karena itu, kami tetap berada di luar pemerintahan dan menjadi mitra yang kompromis," ujar Mulfachri.

    Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan masih ragu-ragu soal kemungkinan bergabung tidaknya partai itu ke koalisi pemerintah. Ia enggan memastikan apakah ke depan PAN berada di dalam atau di luar pemerintahan.

    "Aduh, saya gak berani. Terserah Bapak Presiden," kata Zulkifli usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.