Kemensos: 2020 Pemerintah Naikkan BPNT Menjadi Rp 150 Ribu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial menggelar acara Sinkronisasi Program Anggaran Tahun 2020 di Hotel Claro Makassar pada Kamis, 17 Oktober 2019.

    Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial menggelar acara Sinkronisasi Program Anggaran Tahun 2020 di Hotel Claro Makassar pada Kamis, 17 Oktober 2019.

    INFO NASIONAL — Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Andi Zainal Abidin Dulung, membuka Rakor Sinkronisasi Program dan Anggaran 2020 di Kota Makassar. Dalam kesempatan tersebut, Andi Zainal menyampaikan bahwa angka kemiskinan semakin turun.

    Menurut Andi, pemerintah akan menaikkan nilai bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada 15,5 juta keluarga pada tahun 2020 dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu  per keluarga per bulan.

    "Kita juga merasa bangga bahwa kemiskinan turun dan anggaran terus berkembang, anggaran kita terus naik setiap tahun dan tahun depan menambah lagi ada Rp 4 triliun kenaikan karena indeks BPNT dari Rp110 ribu menjadi 150 ribu per bulan," ujar Andi dalam Rakor Sinkronisasi Program dan Anggaran 2020 di Kota Makassar, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Kenaikan ini kata Andi, bukti bila Kementerian Sosial dipercaya sanggup melaksanakan pekerjaan ini. "Anggaran yang besar itu kita sanggup melaksanakannya. Dan tentunya ini tidak bisa tercapai kalau antara pusat dan daerah tidak kompak," katanya.

    "Tahun 2020 merupakan tahun pertama Presiden Jokowi, dan tentunya karena presidennya lanjut, berarti tidak ada jeda dan kita harus langsung tancap gas. Kita harus bekerja lebih giat sehingga mohon teman-teman dukungan dari bapak ibu sekalian dari lapangan," ujar Andi.

    Dalam kesempatan itu Andi juga mengungkapkan kekecewaannya karena ada beberapa daerah yang penyerapannya bermasalah. "Saya kira ini perlu perencanaan yang baik jadi tidak perlu membedakan mana anggaran pusat mana anggaran daerah tetapi harus saling membantu. Saling substitusi jadi dari awal bapak ibu sekalian, di provinsi seharusnya sudah merencanakan betul yang pusat berapa yang daerah berapa," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.