PDIP Ungkap Pentingnya Ada Menteri dari Unsur ASN

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. Sidang tersebut membahas Evaluasi Pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan Persiapan Implementasi APBN Tahun 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. Sidang tersebut membahas Evaluasi Pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan Persiapan Implementasi APBN Tahun 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya menteri dengan latar belakang Aparatur Sipil Negara (ASN). Menteri dari ASN, yang merintis karir dari bawah, kata Hasto, layak masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

    “ASN yang berproses dari bawah, telah teruji kepemimpinan dan integritasnya, layak untuk masuk dalam jabatan kabinet Jokowi,” tulis Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat 18 Oktober 2019.

    Hasto menilai menteri dari latar belakang ASN memahami ihwal kementeriannya. ASN, kata dia, dapat membangun stabilitas dan sistem kepemimpinan di pemerintahan.

    Menurut Hasto, tantangan lima tahun ke depan tak akan mudah. Maka susunan dan personel kabinet menjadi penting. Menurutnya, PDIP berpandangan bahwa sosok menteri harus dari hasil pembauran antara kepemimpinan negarawan, profesionalitas, kemampuan teknokratik, dan keteladanan pemimpin.

    “Guna mendapatkan menteri yang hebat dan berkualitas, maka ada lima pintu rekrutmen calon menteri: Partai Politik, profesional-fungsional, pemimpin daerah, ASN, dan tokoh masyarakat,” kata dia.

    Hasto memprediksi tantangan yang akan dihadapi Jokowi-Ma’ruf salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, membuat investasi masa depan, serta melawan radikalisme yang mengancam ideologi serta keamanan nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.