PDIP Sebut Adian Napitupulu Tak Mau Jadi Menteri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus PDIP Adian Napitupulu digoda oleh sejumlah orang sebagai kandidat menteri di kabinet kedua Presiden Joko Widodo, di sela sidang tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Politikus PDIP Adian Napitupulu digoda oleh sejumlah orang sebagai kandidat menteri di kabinet kedua Presiden Joko Widodo, di sela sidang tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bolak-balik ke Istana menjelang pengumuman menteri, membuat banyak spekulasi bahwa Politikus PDIP Adian Napitupulu bakal masuk ke kabinet Jokowi-Ma'ruf. PDIP meluruskan kabar soal kemungkinan Adian menjadi menteri Jokowi.

    "Dia tidak bersedia menjadi menteri," ujar Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto lewat pesan singkat kepada Tempo pada Jumat, 18 Oktober 2019.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil Adian Napitupulu ke Istana Negara pada Kamis pagi, 17 Oktober 2019. Pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini berlangsung tertutup. "Numpang ngopi," kata Adian lewat pesan singkat yang diteruskan melalui Staf Adian di DPR, Musyafaur Rahman pada Kamis, 17 Oktober 2019.

    Sebelumnya, Jokowi juga pernah memanggil Adian ke Istana pada 13 Agustus lalu. Nama Adian santer diisukan bakal menjadi salah satu menteri di Kabinet Jokowi Jilid II. Diketahui, selama ini Adian cukup dekat dengan Jokowi. Adian juga disebut 'online' alias punya akses langsung ke Jokowi.

    Pada pertengahan Juni lalu, Jokowi hadir dalam acara yang digawangi Adian, yakni Halal Bihalal bersama aktivis '98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni 2019.

    Ketika itu, Jokowi memberi sinyal bahwa para aktivis 1998 memiliki potensi untuk menjadi menteri di kabinet mendatang. Jokowi mengatakan, dirinya banyak mendengar tentang aktivis '98 yang menjadi kepala daerah ataupun anggota parlemen, tapi belum ada pelopor reformasi itu yang menjadi menteri di kabinet.

    "Saya mendengar banyak aktivis '98 yang menjadi anggota DPR, kepala daerah, saya lihat di menteri belum. Bisa saja kenapa tidak, dengan kemampuan yang ada, bisa saja," ujar Jokowi saat itu.

    Ketika Jokowi berkata demikian, sontak nama politikus PDIP Adian Napitupulu didengung-dengungkan oleh para aktivis '98 yang hadir dalam acara itu. "Adian, Adian," ujar mereka bersorak.

    Mendengar sorakan tersebut, Jokowi langsung merespons bahwa dirinya enggan membocorkan nama aktivis '98 yang dinilai cocok menjadi menteri di kabinet mendatang. "Saya tidak mau menyebut nama dulu, tadi ada yang bilang Bung Adian, Bung Adian, inisial pun saya enggak mau (sebut)," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.