Akun Twitter Rocky Gerung Diretas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akademisi, Rocky Gerung menjadi saksi fakta pada sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan oleh terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Terdakwa hoax Ratna Sarumpaet mempertanyakan mengapa Rocky Gerung dan Tompi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangannya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Akademisi, Rocky Gerung menjadi saksi fakta pada sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan oleh terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Terdakwa hoax Ratna Sarumpaet mempertanyakan mengapa Rocky Gerung dan Tompi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangannya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat mengabarkan bahwa akun Twitter milik pengamat politik, Rocky Gerung diretas.

    “Breaking news, akun twitter Rocky Gerung dihacked,” kata Rachland melalui akun Twitternya, @RachlandNashidik, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Tampilan akun Twitter @rockygerung memang terlihat sudah berbeda dari sebelumnya. Pada Jumat pagi, 18 Oktober 2019, akun @rockygerung tak lagi menampilkan cuitan-cuitan Rocky karena telah terhapus.

    Rachland mengatakan pelaku peretasan menghapus akun Rocky yang telah memiliki pengikut sekitar 1,3 juta itu. Selanjutnya, kata dia, si peretas juga membuat akun imitasi atas nama Rocky Gerung. “Kebebasan berpendapat bisa begitu menakutkan bagi sebagian orang,” kata Rachland.

    Dalam cuitannya itu, Rachland turut menyertakan video berdurasi 12 detik yang menampilkan Rocky. Dalam video itu, mantan pengajar filsafat di Universitas Indonesia ini menyampaikan bahwa akun Twitter miliknya sudah dicuri.

    “Hai netizen selamat malam, sekedar breaking news, bahwa akun Twitter saya dicuri si dungu, terima kasih,” kata Rocky dalam video itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.