Prabowo Kini Lebih Sering Bicara Isu Stabilitas Ketimbang Ekonomi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019. Dalam keterangannya, Surya mengatakan tidak mempermasalahkan jika Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019. Dalam keterangannya, Surya mengatakan tidak mempermasalahkan jika Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat membahas isu stabilitas nasional, termasuk persoalan Papua saat bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pada Ahad malam, 13 Oktober 2019. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengklaim Prabowo dan Surya memiliki cara pandang yang sama.

    "Pak Surya juga mempunyai cara pandang yang sama dengan Pak Prabowo, pentingnya stabilitas terjaga dan pentingnya keutuhan negara ini terjamin sehingga pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia," kata Muzani di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis malam, 17 Oktober 2019.

    Belakangan ini Prabowo kerap berbicara isu stabilitas nasional ketimbang persoalan ekonomi. Dalam pertemuan dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto Selasa, 15 Oktober lalu, Prabowo juga berujar bahwa stabilitas tak bisa dianggap remeh.

    Muzani mengakui ketua umumnya menaruh perhatian besar terhadap isu Papua dan stabilitas nasional. Termasuk bahwa Prabowo belakangan kerap bicara stabilitas daripada ekonomi.

    "Itu tapi begini ya. Stabilitas itu adalah prasyarat dari pertumbuhan ekonomi yang Pak Prabowo berkali-kali mendengungkan pertumbuhan dua digit dan lain-lain, misalnya swasembada pangan energi dan air," ucapnya.

    Namun Muzani menampik isu stabilitas yang kerap disinggung Prabowo belakangan ini terkait dengan isu kursi Menteri Pertahanan di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia mengatakan Gerindra siap membantu pemerintah jika diminta, tetapi tak masalah jika di luar pemerintahan.

    Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Rabu lalu, Prabowo sempat menyinggung cerita mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln yang memberikan jabatan kepada rival politiknya, William Seward.

    Jabatan yang diberikan tak tanggung-tanggung, yakni Menteri Luar Negeri, posisi terkuat ketiga setelah presiden dan wakil presiden. Jabatan ini termasuk triumvirat, bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan, yang akan menjalankan pemerintahan dalam kondisi darurat.

    Namun Muzani membantah cerita Prabowo soal Abraham Lincoln ini terkait dengan kabar Gerindra mengincar kursi Menteri Pertahanan dan isu stabilitas nasional yang belakangan kerap disinggung Prabowo.

    "Cerita itu diungkapkan Pak Prabowo sebagai unggahan kepada para kader supaya kader berpikir untuk mengutamakan kemaslahatan, kebersamaan, persatuan, karena keutuhan adalah syarat bagi kita untuk lakukan inovasi pergerakan bahkan pembangunan termasuk kemajuan," kata Muzani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.