Densus 88 Hadirkan 6 Terduga Teroris dalam Konferensi Pers

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tambahan tiga terduga teroris yang baru tiba di Humas Mabes Polri Jakarta Selatan pada Kamis, 17 Oktober 2019. Total ada enam dari 36 terduga teroris yang ditunjukkan oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kepada publik. TEMPO/Andita Rahma

    Tambahan tiga terduga teroris yang baru tiba di Humas Mabes Polri Jakarta Selatan pada Kamis, 17 Oktober 2019. Total ada enam dari 36 terduga teroris yang ditunjukkan oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kepada publik. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta-Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menghadirkan enam dari 40 terduga teroris dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis, 17 Oktober 2019. Enam terduga teroris itu ditunjukkan kepada publik.

    Tiap satu terduga teroris  dijaga ketat oleh satu orang anggota Densus 88, lengkap dengan senjata laras panjang. Mata para terduga teroris ditutup dengan kain berwarna hitam dan tangan mereka diborgol.

    Selain para tersangka, polisi juga menggelar barang bukti seperti air soft gun, senjata tajam, buku-buku yang diduga berpaham radikal, bahan-bahan peledak, switching bom, dan peralatan rakitan untuk membuat bom.

    "Kemarin 36, sekarang sudah 40 terduga teroris yang kami tangkap. Ada empat tambahan baru. Sedangkan yang kami hadirkan ini adalah terduga teroris yang pemeriksaannya hampir rampung," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan.

    Dedi menuturkan empat terduga teroris yang baru ditangkap adalah OA, A alias Aulia alias Gondrong, W, dan A. Untuk A alias Aulia alias Gondrong diringkus di Cirebon dan termasuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Sedangkan O, W, dan A, ditangkap di Bandung dan termasuk dalam jaringan JAD Cirebon. Keempatnya masih memiliki keterkaitan dengan Abu Zee.

    Puluhan terduga teroris itu ditangkap selama kurun waktu sejak peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada 10 Oktober  hingga 16 Oktober 2019 malam.

    Dedi pun menegaskan bahwa seluruh terduga teroris yang ditangkap tak akan melakukan aksi amaliyah ketika pelaksanaan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019.

    Berdasarkan pengakuan para tersangka, kelompok Abu Zee berencana ingin melakukan serangan teror di tempat ibadah dan markas kepolisian. "Sekali saya tegaskan bahwa mereka tidak menyasar pelantikan untuk melaksanakan aksi. Mereka hanya menyasar tempat ibadah dan markas kepolisian," kata Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.