Petugas Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu dengan Modus Back Door

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bea cukai Sumatera Utara gagalkan penyelundupan sabu dengan modus back door Minggu (13/10).

    Petugas bea cukai Sumatera Utara gagalkan penyelundupan sabu dengan modus back door Minggu (13/10).

    INFO NASIONAL — Kesigapan petugas Bea Cukai dalam memberantas peredaran narkotika terus ditunjukkan dengan melakukan berbagai penindakan di berbagai daerah. Salah satu penindakan terbaru telah dilakukan Bea Cukai Sumatera Utara dan Bea Cukai Kuala Namu terhadap soerang penumpang pesawat asal Malaysia yang datang ke Indonesia pada Minggu, 13 Oktober 2019.

    Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sumatera Utara, Sodikin, mengungkapkan modus yang digunakan pelaku untuk bisa menghindar dari kecurigaan petugas. “Modusnya dengan ‘back door’ atau adalah dengan memasukan barang ke dalam anus untuk bisa lolos dari pengawasan petugas,” ucap Sodikin. 

    Ia menambahkan bahwa pelaku berinisial AM telah diatensi petugas sejak kedatangannya di Indonesia. Petugas lantas melakukan pemeriksaan badan, ion scan, dan rontgen. Dari pemeriksaan tersebut terlihat ada benda asing di dalam tubuh pelaku.

    “Petugas kemudian meminta pelaku untuk mengeluarkan benda tersebut dari dalam tubuhnya. Benda tersebut berupa kapsul hitam seukuran kepalan tangan anak-anak. Kemudian petugas melakukan uji narcotest hasilnya positif narkotika jenis sabu seberat 46,5 gram,” kata Sodikin. Petugas langsung menyerahkan pelaku kepada Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

    Methamphetamine atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai sabu adalah obat yang seharusnya digunakan untuk kasus parah gangguan hiperaktif pada anak-anak dan banyak kegunaan lainnya. Namun sabu banyak disalahgunakan sebagai barang yang dapat menimbulkan rasa senang dan bahagia sesaat.

    Di balik rasa senang sesaat tersebut, efek samping dari sabu yang dikonsumsi tidak dengan resep dokter dapat mengakibatkan kecanduan, kerusakan gigi parah, kecemasan, kebingungan, insomnia, gangguan mood, dan perilaku kasar, bagi pecandu berat akan menunjukkan gejala gangguan kejiwaan antara lain paranoid, halusinasi, dan delusi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.