Menteri Agama yang Ideal Menurut Ketua Umum Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir ditemui awak media usai memberi ceramah salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan pada Ahad, 11 Agustus 2019. Haedar mengimbau kepada elit politik di Indonesia tidak egois dengan sibuk sendiri membagi-bagi kekuasaan pasca pilpres. Tempo/M Yusuf Manurung

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir ditemui awak media usai memberi ceramah salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan pada Ahad, 11 Agustus 2019. Haedar mengimbau kepada elit politik di Indonesia tidak egois dengan sibuk sendiri membagi-bagi kekuasaan pasca pilpres. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa menteri agama yang ideal adalah sosok yang dapat mengayomi semua golongan.

    "Saya pikir juga yang (ada) selama ini sudah bagus. Ke depan bisa mengayomi semua golongan," katanya usai memberi sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Tanwir yang juga disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.

    Pernyataan itu dia sampaikan saat menanggapi pertanyaan tentang menteri agama yang ideal menurut pandangannya.

    Ia mengatakan selain dapat mengayomi semua golongan, menteri agama juga diharapkan bisa mendewasakan keberagaman umat dan menanamkan nilai-nilai Islam.

    "Di mana Islam itu dan agama itu justru menjadi rahmatan lil alamin," katanya.

    Ia meminta semua pihak menyadari bahwa perbedaan politik, golongan dan mazhab merupakan kekayaan yang seharusnya dijaga, bukan sebaliknya menjadi sumber perbedaan pendapat yang mendorong perpecahan umat dan bangsa.

    "Jadi perbedaan politik, golongan, mahzab itu biarlah itu menjadi kekayaan," tuturnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan juga menambahkan bahwa saat ini pertarungan politik sudah selesai, karena itu sudah saatnya masyarakat mengakhiri perbedaan.

    "Sekarang saatnya mengakhiri perbedaan. Kita bersatu bersama," katanya.

    Lebih lanjut, ia mengajak ormas Islam dan umat Islam untuk ramai-ramai mendukung dan mensukseskan upaya pembangunan dalam pemerintahan Presiden Jokowi mendatang.

    "Yuk, ramai-ramai kita dukung. Sukseskan Presiden Jokowi untuk memimpin negeri ini agar lebih maju, lebih makmur untuk kita semuanya," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.