Moeldoko Ungkap Kegiatan Jokowi Sebelum Pelantikan Presiden

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Ketua Projo Budi Arie Setiadi melakukan konferensi pers terkait perayaan di acara pelantikan presiden, di Gedung Bina Graha, Jakarta, 16 Oktober 2019. Tempo/Friski Riana

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Ketua Projo Budi Arie Setiadi melakukan konferensi pers terkait perayaan di acara pelantikan presiden, di Gedung Bina Graha, Jakarta, 16 Oktober 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan berada di Istana Kepresidenan Jakarta terlebih dulu sebelum menghadiri pelantikan.

    "Akan ada acara di Istana, ya pagi hari Presiden akan terima courtesy call dari kepala negara sahabat yang ikut datang dalam acara pelantikan," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Moeldoko mengatakan, setelah courtesy call, Jokowi akan berangkat ke Gedung MPR untuk menghadiri pelantikan presiden. Namun, Moeldoko belum tahu pasti apakah Jokowi akan berangkat bersama-sama dengan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin.

    Acara pelantikan rencananya akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan dari negara sahabat akan hadir, seperti pimpinan negara ASEAN, Perdana Menteri Australia, dan Wakil Perdana Menteri Cina.

    Setelah menghadiri pelantikan Presiden, kata Moeldoko, Jokowi kemungkinan akan kembali ke Istana bersama Ma'ruf Amin. Di Istana, keduanya akan melakukan doa bersama. Selain itu, Moeldoko mengatakan tak menutup kemungkinan Jokowi akan langsung bekerja dan mengumumkan nama-nama yang mengisi kabinet barunya.

    "Kalau Bapak Presiden sepertinya ingin bekerja ya bisa saja terjadi akan pengumuman dan seterusnya. Begitu ya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.