KSP Bubar 19 Oktober, Moeldoko: Akan Ada Tim Transisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko, mengisi acara diskusi di DPP GMNI, Jalan Cikini, Nomor 69, Jakarta, Senin 22 Juli 2019. TEMPo/Fikri

    Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko, mengisi acara diskusi di DPP GMNI, Jalan Cikini, Nomor 69, Jakarta, Senin 22 Juli 2019. TEMPo/Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan akan ada tim transisi untuk menjalankan tugas dan fungsi Kantor Staf Presiden. Sebab, lembaga yang tersebut akan dibubarkan pada 19 Oktober 2019.

    "Tim transisi KSP bisa nanti sekretariatnya tetap berjalan seperti biasa. Karena di sekretariat itu PNS yang ada di sana. Itu pasti tetap bisa menjalankan fungsi-fungsi administrasi," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Moeldoko mengatakan, tim transisi akan bekerja selagi menunggu lembaga KSP yang baru terbentuk. Sebab, KSP sendiri sebetulnya tetap ada di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Namun, lembaga saat ini harus dibubarkan terlebih dulu karena menunggu peraturan presiden yang baru. Selain itu, ada kemungkinan KSP berubah nama dan memiliki tambahan tugas sebagai delivery unit.

    KSP merupakan Unit Staf Kepresidenan yang dibentuk melalui Perpres Nomor 26 Tahun 2015. KSP merupakan lembaga nonstruktural yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dengan sumber daya manusia berasal dari PNS dan non-PNS.

    Masa jabatan Kepala Staf Kepresidenan paling lama sama dengan masa bakti Presiden. Dengan begitu, keberadaan KSP pun berakhir bersamaan dengan periode pertama pemerintahan Jokowi.

    Menurut Moeldoko, lembaga KSP yang baru nantinya bersifat ad hoc. "Kalau ada satu project sesuai dengan keinginan Presiden yang harus kita susun bisa kita buat ad hoc, kita undang berbagai ahli kumpul di sini bagaimana menyelesaikan itu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.