Gerindra DKI Jakarta Akan Terima Apapun Sikap Partai

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai menggelar pertemuan di DPP PKB, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai menggelar pertemuan di DPP PKB, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta Partai Gerindra Muhamad Taufik mengatakan akan menerima apapun keputusan partai terhadap pemerintah, baik menjadi oposisi maupun bergabung dengan koalisi pemerintah yang akan ditentukan dalam konferensi nasional (konfernas). “Kami akan ikut,” ujar Taufik di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. 

    Partai Gerindra menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) dan Apel Kader di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pada acara ini direncanakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan menyampaikan arah sikap politik Partai Gerindra.

    Prabowo sudah bertemu dengan sejumlah ketua umum partai di koalisi Jokowi, bekas seterunya dalam pemilihan presiden 2019. Mulai dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, terakhir Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
    Prabowo juga sudah menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Menurut Taufik apapun keputusan partai dalam yang diambil dalam konfernas harus dipatuhi. Saat keputusan sudah diambil, kata dia, seluruh elemen Partai Gerindra harus setuju. “Ini bukan soal setuju atau gak setuju, ini arah kebijakan partai nanti seperti apa,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.