Jika Gerindra Gabung ke Koalisi Jokowi, Luhut: Bagus-bagus Saja

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan tidak mempermasalahkan andaikata Partai Gerindra bergabung ke koalisi pemerintah dan duduk di kabinet Presiden Joko Widodo jilid II.

    "Bagus-bagus saja, gak ada masalah. Apa aja bisa terjadi," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Luhut dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan kawan dekat sejak keduanya aktif di militer. Luhut sempat pula ditunjuk Jokowi untuk merancang pertemuan dengan Prabowo setelah pemilihan presiden 2019.

    Menurut Luhut, semua itu demi kepentingan yang lebih luas. "Kalau untuk kepentingan bangsa yang lebih besar, apa saja bisa dilakukan," ujarnya.

    Kemungkinan Gerindra merapat ke pemerintah kian santer setelah Jokowi dan Prabowo bertemu empat mata di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jumat pekan lalu. Walau mengaku membahas soal kemungkinan berkoalisi, namun Jokowi menyatakan belum ada keputusan final di antara keduanya.

    Di sisi lain, Prabowo beberapa hari ini melakukan safari politik ke ketua umum partai-partai pendukung Jokowi. Selain itu, ia dikabarkan menyiapkan dua Wakil Ketua Umum Gerindra, yakni Fadli Zon dan Edhy Prabowo untuk diajukan sebagai menteri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.