Purna Tugas, JK Ingin Jalan-jalan Keliling Sumatera

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghindari acara perpisahan bersama pegawai Setwapres, di Trans Studio, Cibubur, Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghindari acara perpisahan bersama pegawai Setwapres, di Trans Studio, Cibubur, Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menyatakan ingin beristirahat sejenak, pasca purna tugas pada 20 Oktober 2019 mendatang. JK menjabat dua kali sebagai wakil presiden pada periode 2004-2009 bersama Susilo Bambang Yudhoyono dan 2014-2019 bersama Joko Widodo.

    "Setelah ini saya ingin istirahat dulu sebulan dua bulan. Mau ke mana dulu, mau jalan-jalan," kata JK saat makan siang bersama wartawan, di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Sambil lalu, JK mengatakan ingin liburan bersama istrinya, Mufidah Jusuf Kalla mengelilingi Sumatera. Tak seperti JK yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, Mufidah merupakan kelahiran Sibolga, Sumatera Utara.

    Selain beristirahat, JK juga mengatakan akan fokus pada urusan sosial, pendidikan, dan keagamaan. JK memang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia. Pria berusia 77 tahun itu juga mengatakan ingin memenuhi panggilan sebagai pembicara di perguruan tinggi.

    "Biasanya kalau saya itu nanti keinginannya punya tiga kantor, yakni Kantor DMI, Kantor PMI, dan kantor pribadi," kata JK.

    Menjelang masa purna tugasnya, JK mengatakan banyak diundang media untuk wawancara. Hampir semuanya bertanya langkah yang akan ia ambil pasca pensiun. Ia juga berterima kasih pada media yang selama ini menjadi penyambung lidah pemerintah ke masyarakat.

    Posisi JK akan digantikan oleh Mar'ruf Amin. Keduanya telah beberapa kali bertemu di Kantor Wakil Presiden, maupun di Istana Wakil Presiden. JK akan secara resmi menyerahkan jabatannya pada 20 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.