Densus 88 Ringkus 26 Terduga Teroris dalam Waktu 6 Hari

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penggeldahan oleh tim Densus 88 di rumah kontrakan terduga teroris, Noval AS di Kampung Rawakalong, RT 2 RW 4 Desa Karangsatria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Adi Warsono

    Suasana penggeldahan oleh tim Densus 88 di rumah kontrakan terduga teroris, Noval AS di Kampung Rawakalong, RT 2 RW 4 Desa Karangsatria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta- Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali meringkus empat orang terduga teroris di Cirebon dan Bandung, Jawa Barat. Total kini sudah ada 26 orang terduga teroris yang diringkus dalam kurun waktu lima hari, sejak 10-15 Oktober 2019.

    Empat terduga teroris yang baru ditangkap  adalah S dan LT di Cirebon, serta DP dan MNA di Bandung. "LT ini dipersiapkan sebagai suicide bomber. Sasarannya adalah markas kepolisian dan tempat ibadah di Cirebon. Bom sudah dipersiapkan oleh JAD Cirebon," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Dari hasil penggeledahan di rumah LT, polisi menyita cairan dan peralatan kimia, beserta beberapa barang bukti lainnya. Menurut Dedi peralatan kimia itu sudah siap untuk dijadikan bom ketika ditemukan polisi.

    Dedi berujar bom yang dipersiapkan LT memiliki daya ledak tinggi. "Campuran kimia lebih berbahaya, makanya memiliki daya ledak high explosive," ucap Dedi.

    LT dan S diketahui masuk dalam jaringan teroris JAD Cirebon dan masih ada kaitannya dengan terduga teroris yang ditangkap pada 13 Oktober 2019 malam. Sementara untuk terduga teroris di Bandung, kata Dedi, DP dan MNA turut mengincar aparat kepolisian dan sejumlah rumah ibadah. Hanya saja, kelompok JAD di Bandung tidak menyiapkan aksi bom bunuh diri.

    "Yang baru ditangkap DP dan MNA. Dari MNA barang bukti ada airsoftgun, pisau lipat, dan satu botol cairan putih yang didalami labfor. Untuk JAD Bandung sasarannya polisi dan tempat ibadah," kata Dedi.

    Ded  menegaskan bahwa total 26 terduga teroris yang diringkus dalam kurun waktu sejak 10-15 Oktober 2019 tak terkait dengan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Puluhan teroris itu ditangkap di wilayah yang berbeda.

    "Berdasarkan hasil analisa Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan pemeriksaan terhadap terduga teroris, belum ditemukan jejak akan melakukan aksi amaliyah di cR pelantikan," ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.