Polri: Teroris Rencanakan Aksi Bunuh Diri di Solo dan Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti usai menggeledah kontrakan terduga teroris berinisial NAS di Kampung Rawa Kalong, Bekasi, Ahad, 13 Oktober 2019. Tersnagka baru tinggal di rumah ini dua bulan bersama istri dan anaknya.  ANTARA/Arisanto

    Personel Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti usai menggeledah kontrakan terduga teroris berinisial NAS di Kampung Rawa Kalong, Bekasi, Ahad, 13 Oktober 2019. Tersnagka baru tinggal di rumah ini dua bulan bersama istri dan anaknya. ANTARA/Arisanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Abu Zee telah menyiapkan aksi teror di Solo dan Yogyakarta. 

    "Dari hasil pemeriksaan oleh tim Densus 88 bahwa pengantin bom bunuh diri sudah disiapkan untuk melaksanakan aksi teror di Solo dan DIY," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa, 15 Oktober 2019.

    Dari hasil analisis dan pemeriksaan terhadap tersangka, kata Dedi, Densus 88 belum menemukan jejak upaya amaliah atau serangan terorisme di perhelatan pelantikan presiden dan wakil presiden.

    Dedi menuturkan, kelompok Abu Zee memiliki jaring komunikasi ke kelompok JAD Jambi pimpinan R alias Putra. Ia bahkan menyebut kelompok R alias Putra adalah yang tertinggi lantaran mengetahui semua rencana amaliyah seluruh kelompok JAD.

    "Dia juga tahu rencana amaliyah dari kelompok JAD Bekasi, Bandung, Cirebon, Jateng, Jatim, Jogja, Lampung, Sulteng dan Sulut," kata Dedi.

    Lebih lanjut, kelompok Abu Zee, kata Dedi, memang aktif di media sosial dan sudah merencanakan aksi di Jakarta dengan bahan bom TATP yang sudah dirakit.

    "Abu Zee komunikasi terstruktur di media sosial cukup aktif, tapi kelompoknya dia delapan orang yang akan melakukan serangkaian aksi teror di Jakarta dengan bahan bom TATP yang dirakit," kata Dedi.

    Catatan Redaksi:

    Berita ini direvisi pada Rabu, 16 Oktober 2019, pukul 14.24 WIB. Revisi dilakukan dengan menghilangkan penyebutan rencana aksi teror akan dilakukan pada 20 Oktober 2019. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.