Prabowo ke PKB, Muhaimin: Ahlan Wa Sahlan, Saya Siapkan Kebuli

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI 2019-2024 ini memilik harta Rp 14.438.668.348. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI 2019-2024 ini memilik harta Rp 14.438.668.348. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Kantor DPP PKB Raden Saleh, Jakarta Pusat malam ini, Senin, 14 Oktober 2019. Cak Imin menyebut, dirinya telah menyiapkan nasi kebuli untuk menyambut kehadiran Prabowo pada pukul 19.00.

    "Saya baru dikasih tahu tadi pagi, kalau Pak Prabowo mau datang. Ya welcome, ahlan wa sahlan, kami siap menyambut dan menyajikan sajian nasi kebuli untuk beliau," ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin, 14 Oktober 2019.

    Muhaimin mengaku tidak mengetahui agenda pertemuan, sebab Prabowo yang menginisiasi acara tersebut. "Pokoknya yang disampaikan kepada saya akan silaturahmi, diskusi masalah bangsa," ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

    Sebelum bertemu Muhaimin, Prabowo sudah terlebih dahulu bertemu dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai langkah-langkah yang belakangan diambil Prabowo, sebab ingin berkomunikasi dengan banyak pintu yang selama ini terlihat masih tertutup baginya untuk masuk ke koalisi Jokowi.

    "Prabowo sepertinya sedang mengajukan 'proposal membangun Indonesia bersama' kepada parpol koalisi Jokowi," ujar Adi saat dihubungi Tempo pada Ahad malam, 13 Oktober 2019.

    Adi memprediksi, belum semua partai membuka pintu untuk Prabowo sehingga Ketua Umum Gerindra itu harus melancarkan langkah kudanya. "Kalau sudah diterima masuk koalisi, Prabowo tentu tak perlu menemui partai-partai itu. Jadi, mungkin ada yang belum selesai," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.