Jokowi Setuju Jam Pelantikan Presiden Diundur

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat peresmian pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat peresmian pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi setuju jam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024 diundur. "Iya (setuju) jadi jam 14.00. Tentunya karena supaya semuanya berjalan baik," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    MPR RI sedianya akan melaksanakan pelantikan pada Ahad, 20 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB. Namun, diundur menjadi pukul 14.00 WIB di hari yang sama.

    Pramono mengatakan, pengunduran jam pelantikan bukan karena ada potensi ancaman. Tetapi untuk menghormati umat kristiani yang masih menjalankan ibadah. Selain itu, pukul 10 pagi masih berlangsung car free day atau hari bebas kendaraan bermotor.

    "Maka dengan pertimbangan itu, Ketua MPR telah berkonsultasi dengan presiden terpilih dalam hal ini Pak Jokowi, akhirnya disepakati untuk menjadi jam 14.00," kata dia.

    Pramono yakin acara pelantikan akan berlangsung aman karena Polri dan TNI sudah siap mengamankan. Apalagi, kata Pramono, akan ada banyak tamu negara yang hadir. Sehingga, acara pelantikan menjadi agenda prioritas pengamanan aparat.

    Sebanyak 27 ribu personel TNI-Polri akan dikerahkan untuk menjaga pelantikan. Seluruh personel akan mengamankan tempat-tempat sentral di Jakarta. Pelantikan itu sendiri akan digelar di Kompleks Parlemen.

    Prabowo Subianto rencananya juga akan menghadiri acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Maruf Amin ini.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.