Ada Kabar Demo Mahasiswa Besok, Borak: Belum Ada Koordinasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa berdoa bersama dalam aksi unjuk rasa di sekitaran Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. ANTARA

    Sejumlah mahasiswa berdoa bersama dalam aksi unjuk rasa di sekitaran Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar mahasiswa akan kembali turun ke jalan besok, masih belum dipastikan. Komunitas mahasiswa Border Rakyat atau Borak mengatakan belum ada konfirmasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa se Indonesia terkait unjuk rasa itu.

    "Kami masih berkoordinasi dengan mereka, masih tunggu klarifikasi gelombang aksi besok," kata Natado, mahasiswa Universitas Atmajaya di YLBHI, Jakarta Pusat, Ahad 13 Oktober 2019.

    Sebelumnya beredar pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp bahwa akan ada aksi mahasiswa besok. Agendanya adalah mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perpu KPK.

    Belasan nama universitas tercatat dalam pesan tersebut.

    "Tapi ternyata saat kami coba verifikasi, kawan-kawan yang tercatat dalam pesan itu mengatakan mereka belum ada koordinasi, mereka masih rapat konsolidasi," ucap Natado.

    Adapun komunitas Borak, menurut Natado  tidak akan turun ke jalan meski besok ada demonstrasi mahasiswa.

    "Tidak akan ada aksi dari Borak besok," ujar Natado.

    Sebelumnya BEM se Indonesia memberi waktu kepada Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perpu KPK sampai 14 Oktober 2019.

    Presiden Mahasiswa Universitas Trisaksi Dino Ardiansyah mengatakan mahasiswa bakal kembali turun berdemonstrasi, bila desakan ini tidak dipenuhi.

    Mahasiswa yang turun, kata dia, bakal lebih banyak. "Minimal dari Pak Jokowi selaku eksekutif bisa ada statement mengeluarkan Perpu,” kata dia bersama perwakilan mahasiswa saat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kantornya, Jakarta, pada 3 Oktober 2019.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.