Ke RSPAD, Ical Sebut Wiranto Khawatir Bangkitnya Islam Radikal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) saat mengunjungi acara open house Idulfitri di rumah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) saat mengunjungi acara open house Idulfitri di rumah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta-Politikus senior Partai Golkar Aburizal Bakrie menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019.

    Usai menjenguk, pria yang akrab disapa Ical itu menyebut kondisi Wiranto membaik dan sudah bisa diajak bercakap-cakap. "Alhamdulillah sudah bisa bercakap-cakap dan sudah mulai membaik, tapi tentang kapan bisa keluar masih belum tahu," ujar Aburizal.

    Dia mengaku sempat berbincang-bincang dengan Wiranto. Dalam pembicaraan tersebut, kata Aburizal, Wiranto sangat mengkhawatirkan bangkitnya kelompok-kelompok Islam radikal di Indonesia. "Hal itu tentu juga menjadi kekhawatiran kita semua," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Golkar itu.

    Kamis lalu, Wiranto diserang oleh orang tak dikenal di Pandeglang. Pria yang menusuk Wiranto belakangan diketahui bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, 51 tahun, asal Medan. Adapun seorang perempuan yang ikut dalam penyerangan bernama Fitria Diana, 20 tahun.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara adalah bagian dari Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba. Kelompok Abu Zee berbaiat kepada Negara Irak dan Suriah (ISIS).

    Dedi menyebutkan, Abu Rara selama ini tak masuk daftar perburuan karena belum mengikuti pelatihan khusus. "Dia belum terindikasi melakukan kegiatan terorisme," ujarnya pada Jumat, 11 Oktober lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.