Rangkap Jabatan Ma'ruf Amin di MUI Terganjal AD/ART

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin memberikan sambutan pada acara peluncuran buku

    Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "The Maruf Amin Way" di Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. Buku tersebut menceritakan tentang perjalanan karir KH Maruf Amin selaku tokoh ulama yang sarat pengalaman dalam berbagai aspek kehidupan baik sebagai pengajar, politikus maupun di bidang keuangan atau perekonomian sebagai anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Rakernas V Majelis Ulama Indonesia atau MUI meminta Wakil Presiden Terpiiih Ma'ruf Amin tetap sebagai Ketua Umum sampai masa jabatannya habis pada 2020. Rekomendasi rakernas yang digelar pada 11-13 Oktober 2019 di Kuta Mandalika,  Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu terganjal AD/ART.

    "Jadi, Rapat Pimpinan MUI yang akan memutuskan nanti," ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan saat dihubungi Tempo hari ini, Ahad, 13 Oktober 2019.

    Amirsyah menjelaskan keputusan rakernas tidak bersifat final. Musababnya, rekomendasi tersebut terganjal AD/ART MUI yang melarang perangkat pimpinan merangkap jabatan.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid dalam keterangan persnya menyatakan rekomendasi rakernas memperhatikan kepentingan kesinambungan organisasi MUI serta untuk kemaslahatan bersama.

    "Maka Rakernas meminta Ketua Umum MUI priode 2015-2020 untuk menyelesaikan periode kepengurusan hingga dilaksanakannya Munas MUI pada tahun 2020," tulis Zainut Tauhid hari ini, Ahad, 13 Oktober 2019.

    Pada 20 Oktober mendatang, Ma'ruf Amin akan dilantik menjadi Wakil Presiden periode 2019-2024 mendampingi Presiden Jokowi. Ma'ruf pernah berjanji mundur dari dari jabatan Ketua Umum MUI setelah dilantik menjadi Wakil Pesiden RI. "Nanti kalau sudah dilantik jadi wapres, baru saya mundur," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui Tempo di kantor MUI pada Selasa, 2 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.