Wiranto Ditusuk, La Nyalla Bilang Tak Mungkin Settingan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mattalitti menjenguk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mattalitti menjenguk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mattalitti meyakini penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan bukan rekayasa. Hal itu ia sampaikan seusai melihat kondisi Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta.

    "Saya yakin betul ini bukan settingan. Mana mungkin mau disetting untuk ditikam," kata La Nyalla seusai menjenguk Wiranto, Sabtu, 12 Oktober 2019.

    La Nyalla berkata tidak sempat berkomunikasi dengan Wiranto. Ia mengatakan hanya bisa melihat Wiranto dari balik kaca ruang perawatan. Namun, dari penjaga, La Nyalla mendapatkan informasi bahwa karena tikaman senjata tajam, Wiranto mesti menjalani operasi. Operasi itu memotong usus sepanjang 47 sentimeter. "Dipotong baru disambung lagi, itu hampir setengah meter," kata dia.

    Wiranto dirawat di RSPAD setelah ditusuk oleh terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara. Wiranto ditusuk saat berkunjung ke Pandeglang, Banten, 10 Oktober 2019. Akibat serangan itu, Wiranto mengalami luka tusuk di bagian perut.


     

     

    Lihat Juga