Drajad Wibowo: Pelaporan Hanum Rais Nihil Fakta Hukum

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanum Salsabiela Rais, putri Amien Rais usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet, Senin, 27 Mei 2019 di Polda Metro Jaya. TEMPO/Taufiq Siddiq.

    Hanum Salsabiela Rais, putri Amien Rais usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet, Senin, 27 Mei 2019 di Polda Metro Jaya. TEMPO/Taufiq Siddiq.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo, menanggapi soal kabar pelaporan putri dari Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais, Hanum Rais ke polisi. Menurut Drajad pelaporan tersebut tak memuat fakta hukum.

    "Saya menilai fakta hukum yang bisa menjadi dasar pelaporan mbak Hanum tidak ada sama sekali," kata Drajad saat dihubungi, Sabtu 12 Oktober 2019.

    Hanum, kata dia, tidak menyertakan nama dalam cuitannya yang menyinggung peristiwa penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto. Drajad menilai karena Hanum tak menyebut nama secara eksplisit dan spesifik, maka tak ada pihak yang dirugikan.

    "Berita bohong dan kebenciannya terhadap siapa?" tuturnya.

    Sebelumnya organisasi relawan Jam’iyyah Joko Widodo - Ma’ruf melaporkan Hanum Rais ke polisi. Hanum dilaporkan perihal cuitannya yang menilai bahwa penyerangan terhadap Wiranto, adalah rekayasa belaka.

    Ini cuitan yang dilaporkan, dan kini sudah dihapus oleh anggota DPRD Yogyakarta itu. "Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi. Play victim, mudah dibaca sebagai plot. Di atas berbagai opini yang beredar terkait berita hits siang ini. Tidak banyak yang benar-benar serius menanggapi. Mungkin karena terlalu banyak hoaks framing yang selama ini terjadi."

    Koordinator relawan Jam'iyyah Jokowi - Ma'ruf Rody Asyadi menilai, cuitan Hanum sangat berbahaya sehingga ia harus melaporkannya. Hanum juga sudah beberapa kali melakukan hal serupa. “Dia memberikan efek negatif untuk masyarakat terkait cuitannya itu," kata Rody saat dihubungi, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Pada Kamis 10 Oktober 2019, Wiranto ditusuk dengan pisau saat hendak kembali ke Jakarta setelah berkunjung ke Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten.

    Wiranto diserang Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, yang diduga seorang anggota kelompok jaringan terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Wiranto pun terkena luka di bagian perut dan kini dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat.

    FIKRI ARIGI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.