Wiranto Ditikam, Dugaan Tedjo Edhy Ada Keteledoran

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan MenkoPolhukam, Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto (tengah) saat menerima gelar kabangsawanan dari Raja Gowa Andi Maddusila (kiri) di Rumah Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulsel, 28 Agustus 2015. Laksamana Tedjo Edhy Purdijanto mendapatkan gelar Karaeng Bontomarannu sebagai seorang bangsawan dari kerajaan gowa. TEMPO/Fahmi Ali

    Mantan MenkoPolhukam, Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto (tengah) saat menerima gelar kabangsawanan dari Raja Gowa Andi Maddusila (kiri) di Rumah Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulsel, 28 Agustus 2015. Laksamana Tedjo Edhy Purdijanto mendapatkan gelar Karaeng Bontomarannu sebagai seorang bangsawan dari kerajaan gowa. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menduga terjadi keteledoran pengamanan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Pandeglang, Banten. Keteledoran itu yang menyebabkan Wiranto ditikam.

    "Sebetulnya prosedur atau protap pengamanan sudah ada. Hanya ini mungkin ada sedikit keteledoran, terlalu dekat ya orang-orang dengan beliau," kata Tedjo saat ditemui usai menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Tedjo yang menjadi Menkopolhukam di era awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, mengakui bahwa para menteri di kabinet tak terlalu nyaman dengan pengamanan berlebihan. Para menteri memang biasanya ingin membaur dan lebih dekat dengan masyarakat.

    "Tetapi ini memang situasinya seperti itu. Artinya sudah ada pengamanan internal maupun eksternal, harus mengamankan," kata Tedjo.

    Tedjo enggan menarik kesimpulan bahwa kejadian ini telah direncanakan dengan matang oleh pihak tertentu. Ia juga tak mau menyebut kejadian ini sengaja dilakukan untuk menunjukan bahwa Wiranto adalah korban.

    "Saya tidak tahu itu. Jangan terlalu jauh melebar ke sana, hanya kejadiannya begitu cepat," kata dia.

    Wiranto dikabarkan mengalami dua luka tusuk akibat serangan itu. Ia harus menerima dua jahitan di perutnya. Selain Wiranto, Kapolsek Menes, Pandeglang, juga mengalami luka tusukan di punggungnya. Saat ini, kondisi Wiranto dikabarkan telah mulai membaik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.