Agum Gumelar Sebut Kondisi Wiranto Akan Membaik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbincang dengan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar (kanan) saat menghadiri Silaturahmi Purnawirawan TNI di gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. Acara tersebut digelar untuk merajut kembali persatuan dan soliditas Purnawirawan TNI pascakontestasi politik Pilpres 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbincang dengan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar (kanan) saat menghadiri Silaturahmi Purnawirawan TNI di gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. Acara tersebut digelar untuk merajut kembali persatuan dan soliditas Purnawirawan TNI pascakontestasi politik Pilpres 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Agum Gumelar menjengkuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hari ini, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Agum mengatakan kondisi rekan sesama purnawirawan TNI-nya itu akan segera membaik setelah penusukan yang dialaminya di Banten kemarin, Kamis, 10 Oktober 2019.

    "Saya komunikasi dengan beliau, pelan, bicaranya jelas, kok. Ya, (Wiranto) minta doa restu. lah. Pasti itu begitu ya, dan saya lihat kondisi akan membaik," katanya seusai menjenguk Wiranto.

    Agum menyatakan prihatin dengan kejadian yang menimpa sesama purnawirawan jenderal TNI tersebut. Agum pernah menjabat Menkopolhukam di bawah Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada 2001.

    Dia datang sendirian setelah Kepala Staf Presiden Moeldoko. Sekitar pukul 11.00 WIB, Presiden Joko Widodo kembali menjenguk Wiranto. Jokowi juga membesuk Wiranto di RSPAD begitu tiba dari Banten, kemarin.

    Agum mengatakan kejadian yang dialami Wiranto di luar dugaan dan merupakan bagian dari teror, yang tidak mungkin berdiri sendiri. "Menghadapi ancaman seperti ini, kuncinya intelejen. Intelejen bisa menjadi dasar bagi kita untuk mencegah teror itu terjadi."

    Agum pun berharap Kepolisian dapat segera mengungkap motif dan jaringan pelaku yang diduga terafiliasi dengan kelompok kekerasan ISIS. Dua pelaku yang saat ini ditahan oleh kepolisian yakni Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya, Fitria. Mereka disebut-sebut sebagai bagian dari Jamaah Ansharul Daulah (JAD) Bekasi.

    "Jangan sampai ada upaya untuk menghilangkan mereka. Kalau mereka hilang ya terputus, nah ini yang harus dijaga betul oleh polisi," kata Agum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.