Kasus Penusukan Wiranto, Bupati Pandeglang Mengaku Kecolongan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irna Narulita. Instagram

    Irna Narulita. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta-Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku sedikit kecolongan dengan peristiwa penyerangan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Penusukan Wiranto terjadi di Labuan, Banten, pada Kamis siang, 10 Oktober 2019.

    "Ini mencoreng sekali nama baik kami dan keamanan rasanya sudah cukup untuk memberikan pengawalan untuk beliau. Tetapi mohon maaf ini kami sedikit kecolongan," ujar Irna setelah menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Kamis malam.

    Irna berharap kejadian serupa tak lagi berulang di wilayahnya. Ia pun mengatakan bakal menggencarkan sosialisasi dan edukasi agar paham radikal tidak menyebar di Pandeglang. "Saya sangat mengutuk pelaku tersebut yang sangat, menurut kami sangat biadab," kata Irna. "Saya sempat juga marah kepada pelaku, saya sempat ketemu di Polsek, saya sampaikan kalau kalian mau jihad mau ibadah caranya tidak seperti ini."

    Untuk memastikan kejadian serupa tak berulang, Irna mengatakan bakal menggelar rapat bersama camat hingga kepala desa Jumat siang ini. Salah satu arahan yang bakal diberikan adalah agar mereka lebih selektif dalam menerima tamu dari luar Pandeglang.

    Aparat keamanan, ujar Irna, harus mengetahui apa maksud kedatangan tamu dari luar yang tinggal di wilayah tersebut. Termasuk, mendata sumber penghasilan hingga profesi sang pendatang. "Jadi kami tidak kecolongan seperti ini lagi."

    Sebagai Bupati, Irna sangat mengutuk aksi penyerangan tersebut. Sebab, aksi itu dinilai merugikan dan memberi preseden buruk bagi wilayahnya. "Tentunya kami akan berusaha dan melakukan edukasi dan silaturahmi dengan ibu-ibu muda, majelis taklim, pesantren, anak-anak sekolah di setiap apel Senin. Kami akan terus melakukan yang terbaik agar tidak terulang kembali," tutur Irna.

    Sebelumnya, Wiranto ditusuk dengan pisau saat hendak kembali ke Jakarta setelah berkunjung ke Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten. Wiranto diserang Syahril Alamsyah alias Abu Rara, seorang anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Wiranto pun terkena luka di bagian perut dan kini tengah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat.

    CAESAR AKBAR | HALIDA BUNGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.