KPK Sebut Informasi Arteria Dahlan di Mata Najwa Menyesatkan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi membantah semua tudingan yang disebut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Arteria Dahlan. Menurut KPK, pernyataan yang disampaikan Arteria dalam acara Mata Najwa berpotensi menyesatkan publik bila tak diluruskan

    "KPK melihat terdapat sejumlah informasi keliru yang jika tidak kami klarifikasi secara tepat pada publik maka berisiko menyesatkan," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Arteria menyampaikan sejumlah tudingan itu pada acara Mata Najwa bertema Ragu-Ragu Perpu. Arteria menuding KPK tak pernah membuat laporan tahunan. "Enggak pernah dikerjakan Prof, saya di DPR saya yang tahu," kata dia ketika terlibat perdebatan dengan Emil Salim yang juga hadir sebagai pembicara.

    Febri menyangkal pernyataan Arteria tersebut. Ia mengatakan setiap tahun KPK menyampaikan laporan tahunan kepada DPR, Presiden, Badan Pemeriksa Keuangan dan masyarakat. Febri mengatakan setiap diluncurkan, KPK selalu mengundang para pejabat pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat.

    Menurut catatan Tempo, pada 12 Maret 2018, KPK pernah mengundang Ketua DPR Bambang Soesatyo saat peluncuran laporan keuangan KPK tahun 2017. Memakai kemeja merah, Arteria ikut dalam pertemuan itu.

    Selain laporan tahunan, Febri mengatakan KPK juga mempublikasikan laporan keuangan, laporan akuntabilitas kinerja dan laporan pelayanan informasi publik. Semuanya dapat diakses di situs resmi KPK. "Dokumen laporan ini dengan mudah dapat diakses di website www.kpk.go.id," ujar Febri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.