Penusukan Wiranto, Ryamizarad: Pelantikan Jokowi-Maruf Aman

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbincang dengan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar (kanan) saat menghadiri Silaturahmi Purnawirawan TNI di gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. Acara tersebut digelar untuk merajut kembali persatuan dan soliditas Purnawirawan TNI pascakontestasi politik Pilpres 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbincang dengan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar (kanan) saat menghadiri Silaturahmi Purnawirawan TNI di gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. Acara tersebut digelar untuk merajut kembali persatuan dan soliditas Purnawirawan TNI pascakontestasi politik Pilpres 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten, tidak akan mengancam pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

    "Enggak, enggak (akan ancam pelantikan)," kata Menhan Ryamizard menanggapi penusukan kepada Wiranto di Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis.

    Menurut Ryamizard, pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 akan tetap dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober mendatang.

    "Ya, lantik saja, memang kenapa? Aman. Hajar saja yang memberikan enggak aman. Itu sudah aturan, kok, segala macam, sudah hukum kita menang. Mau apa lagi? Saya kesal sebetulnya," katanya.

    Ia mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa mantan Pangab (Panglima TNI) itu yang menyebabkan luka di bagian perut.

    Ketika ditanyakan, apakah perlu peningkatan keamanan tokoh penting seperti menteri? Jawab Ryamizard, "Tidak perlu ada peningkatan pengamanan."

    "Ah, saya sih enggak perlu. Mudah-mudahan aman semualah enggak ada gitulah," kata Ryamizard.

    Polisi menangkap dua pelaku penusukan, yakni seorang pria dan seorang wanita.



    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.