Geledah Rumah Pelaku Penyerangan Wiranto, Polisi Sita Anak Panah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga memperhatikan rumah Fitria Diana pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto yang dipasang garis polisi di Desa Sitanggal RT 007 RW 002, Brebes, Jawa Tengah, Kamis 10 Oktober 2019. Polres Brebes memasang garis polisi untuk penggeledahan rumah pelaku penusukan Menko Polhukam. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Sejumlah warga memperhatikan rumah Fitria Diana pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto yang dipasang garis polisi di Desa Sitanggal RT 007 RW 002, Brebes, Jawa Tengah, Kamis 10 Oktober 2019. Polres Brebes memasang garis polisi untuk penggeledahan rumah pelaku penusukan Menko Polhukam. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah istri pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto, Fitri Andriana binti Sunarto 21 tahun, di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah digeledah kepolisian setempat.

    Perangkat Desa Sitanggal Wartono mengatakan Polres Brebes menyita sejumlah barang bukti di rumah istri Syahrial Alamsyah itu, yaitu enam anak panah, satu busur dan satu dus berisi buku-buku.

    "Tadi saya lihat ada enam anak panah, busur, dan buku satu dus yang diamankan polisi. Cuma saya tidak tahu buku itu maupun judul, dan isinya apa saja," kata Wartono.

    Syahrial bersama Fitri ditangkap sesaat setelah menyerang Menkopolhukam Wiranto di alun-alun Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019. Syahrial menggunakan senjata jenis pisau kunai untuk menyerang Wiranto.

    Akibatnya mantan Panglima ABRI itu terkena dua tusukan. Kini Wiranto tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

    Kepolisian Brebes enggan memberi keterangan terkait penggeledahan rumah Fitri. "Sekarang saya belum bisa memberikan komentar apa-apa karena kasusnya sudah diambil oleh Densus," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Brebes AKP Suryomicho saat dihubungi Antara di Brebes, Kamis sore, 10 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.